DILEMA BERBAGI HIDUP
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkanNya dengan perantaraan Elia. (1 Raja-Raja 17:16)
Ayat Bacaan :
1 Raja-Raja 17:7-24
Firman Tuhan hari ini mengkisahkan keberanian seorang janda di Sarfat untuk memberi makan seorang nabi Allah, yakni Elia. Keberaniannya untuk berbagi makanan dengan Elia, tidak muncul secara otomatis. Keberanian ini timbul setelah sang nabi Allah ini memperkatakan bahwa Allah akan tetap memenuhi kebutuhan makanan sang janda tersebut. Terbukti bahwa sang janda tidak mengalami kekurangan makanan.
Seringkali kita diperhadapkan dengan situasi yang membuat kita menjadi dilema. Pada saat keuangan kita sedang pas-pasan hanya cukup untuk kebutuhan kita semata-mata, terkadang Allah justru mengijinkan kita berhadapan dengan orang yang sangat membutuhkan bantuan kita. Maka disinilah letak dilema itu. Akan muncul pertanyaan dalam diri kita “MEMBERI atau MENAHAN”.
Pro & Biz, sesungguhnya dalam kehidupan ini, ada banyak kesempatan yang Allah berikan bagi kita untuk masuk ke dalam pengalaman kehidupan untuk berbagi dengan sesama. Baik berbagi makanan, minuman, uang, waktu, tenaga, pikiran, ataupun tempat tinggal. Jika kesempatan itu datang kepada kita, baiklah kita tidak membiarkan kesempatan itu berlalu daripada kita. Karena inilah waktunya bagi Allah untuk melipatgandakan kepadamu apa yang telah kau bagikan kepada sesamamu. Allah tidak pernah mengembalikan sama persis dengan porsi yang sudah kita taburkan, namun Ia selalu mengembalikannya dalam porsi yang berlipat ganda.
SIAPA MENABUR DALAM KEKURANGAN
AKAN MENUAI DALAM KELIMPAHAN