ARTICLE

Article Desember 2025

PEMBAWA KABAR BAIK

... “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan KABAR BAIK ...

(Lukas 4: 18)


Dunia saat ini sedang dipenuhi kabar buruk. Kabar buruk tentang bencana alam, perang, kabar buruk tentang gejolak sosial, kabar bohong, kabar buruk tentang krisis moral, kabar buruk tentang goncangan ekonomi. Namun justru itu, sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk umat Tuhan bangkit menjadi jawaban dengan menjadi terang, membawa KABAR BAIK.

Persoalannya, dengan kekuatan apakah seharusnya kita menunaikan panggilan kita sebagai ‘”The Good News MESSENGER” - Pembawa KABAR BAIK itu?

Yesus Kristus sang Juruselamat, “The Great MESSENGER”, Sang Pembawa KABAR BAIK itu mengajarkan kepada kita bahwa Roh Tuhan atau Roh Kudus lah yang mengurapi atau memberi kekuatan dan kemampuan untuk menjadi Pembawa KABAR BAIK.

Ya, hanya dengan pengurapan Roh Kudus, maka :

..... “Orang-orang yang membawa KABAR BAIK itu merupakan tentara yang besar .. “

( Mazmur 68: 12 ).

Bila kita adalah tentara yang besar itu untuk meng-invansi dunia sebagai Pembawa KABAR BAIK di marketplace dan di manapun kita berada, maka setidaknya ada 3 ( tiga) hal yang perlu kita ketahui, yaitu :

KARAKTER
Pembawa KABAR BAIK

Bukan hanya membawa kabar yang baik, seorang Pembawa KABAR BAIK haruslah seorang yang memiliki KARAKTER yang baik. Artinya, bahkan kehadiran Anda di manapun Tuhan tempatkan Anda, seharusnya sudah merupakan kabar baik bagi orang-orang di sekitar Anda. Seorang Pembawa KABAR BAIK seharusnya bukan seorang ‘trouble maker’ di tempat kerjanya, sebaliknya ia adalah seorang ‘problem solver’ yang kehadirannya membawa berita damai :

... “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit·bukit kedatangan pembawa berita yang mengabarkan berita damai dan memberitakan KABAR BAIK, yang mengabarkan berita selamat.” (Yesaya 52:7).

Kelahiran Yesus Kristus adalah kabar terbaik bagi dunia. Demikianlah kiranya kehadiran kita sebagai Pembawa KABAR BAIK itu di mana saja. Yesus bukan hanya membawa KABAR BAIK, tapi Yesus sendiri adalah KABAR BAIK itu.

.... “ Hai Sion pembawa KABAR BAIK, naiklah ke atas gunung yang tinggi ! Hai Yerusalem, pembawa KABAR BAIK nyaringkanlah suaramu kuat-kuat .. “ (Yesaya 40:9).

Untuk memiliki karakter yang baik seorang pembawa KABAR BAIK adalah seorang yang suka “naik ke atas gunung yang tinggi”, yakni senang berada dalam hadirat Tuhan. Orang yang bergaul karib dengan Tuhan, akan terimpartasi karakter ilahi untuk menjadi Pembawa KABAR BAIK yang sejati. Di lingkungan bekerja, sebagian orang membawa sukacita ketika ia datang, dan sebagian lainnya membawa sukacita ketika ia pergi. Anda termasuk yang mana?

TANTANGAN
Pembawa KABAR BAIK

Alkitab berkata bahwa kita terpanggil sebagai “garam dan terang dunia” (Matius 5: 13-16) dan bahwa kita diutus di tengah-tengah dunia “seperti seeker domba di tengah-tengah serigala” (Matiius 10:16). Artinya, ada tantangan, yang tidak mudah.

Jika Anda merasa seolah Anda berada di tengah lingkungan kerja yang ‘tawar’, justru di sanalah Anda dipanggil untuk menjadi ‘garam’. Jika Anda merasa ditempatkan di tengah suasana kerja yang ‘gelap’ justru karena itulah Tuhan menempatkan Anda di sana untuk menjadi ‘terang’.

“Hai Yerusalem, Pembawa KABAR BAIK, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda : “Lihat, itu Allahmu!” (Yesaya 40:9b).

Inilah yang dikatakan oleh Rasul Paulus waktu ia menghadapi banyak tantangan ketika ia memberitakan KABAR BAIK di kota Efesus :

“Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari PENTAKOSTA, sebab di sini ada banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang “ ( 1 Korintus 16 : 8 - 9 ).

Ya, sekali lagi, kuasa Pentakosta akan memberi kita keberanian dan kemampuan ilahi untuk melakukan tugas panggilan kita sebagai Pembawa KABAR BAIK, untuk menyatakan kebenaran di tengah lingkungan arus dunia yang hidup dalam ketidakbenaran.

BERKAT
Pembawa KABAR BAIK

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang...”. (Galatia 6:9-10)

Dikisahkan ada seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan daging beku. Ia terkenal ramah kepada semua orang, menyapa dengan ucapan selamat pagi dan selamat petang kepada semua orang, bahkan kepada office boy atau satpam sekalipun. Suatu sore ia sedang bertugas melakukan stock opname dalam sebuah ruangan freezer penyimpan daging beku, ketika seorang rekan tanpa sengaja mengunci ruang pendingin itu dari luar tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Beruntung, sore itu seorang satpam petugas security memeriksa serta membuka ruangan itu dan menemukan karyawan itu nyaris mati membeku. Ketika ditanya mengapa tumben petugas security hari itu memeriksa teliti seluruh ruangan, satpam itu menjawab bahwa ia merasa ada sesuatu yang kurang pada hari itu yaitu sapaan selamat siang atau selamat sore dari sang karyawan, sehingga ia merasa perlu mencari

keberadaan karyawan itu sampai akhirnya menemukan dan menyelamatkannya. Karyawan itu menuai kebaikan yang ia tabur selama ini.

Fakta menunjukkan bahwa orang yang membawa KABAR BAIK bagi orang lain, hidupnya lebih tenang dan damai serta hidupnya penuh kegembiraan. Ketika kita membuat orang lain bergembira, kita pun akan mengalaminya berlimpah-limpah.

Demikian pula, bila kita memberitakan KABAR BAIK -yakni Injil Kebenaran - Alkitab berkata bagi mereka yang memberitakan Injil atau KABAR BAIK itu, maka Tuhan akan menyertai mereka sampai kesudahan zaman (Markus 16:15; Matius 28:18-20).

Pro & Biz, jadilah Pembawa KABAR BAIK, penuhilah marketplace dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, maka Tuhan pasti menyertai kita sampai kesudahan zaman.

Be The Good News MESSENGER!

©2024 MORE MINISTRY. All Rights Reserved.